Rencana Jepang Bangun Masjid Tuai Penolakan, Warga Sampaikan Ketakutan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rencana pembangunan masjid pertama di Fujisawa, kota pesisir sekitar satu jam dari Tokyo, memicu penolakan dari sebagian warga. Protes muncul karena kekhawatiran akan perubahan sosial dan identitas lokal seiring bertambahnya pekerja asing yang mengisi kekurangan tenaga kerja di Jepang. Warga seperti Noriko Izumizawa menyatakan kecemasan akan semakin terlihatnya komunitas Muslim di lingkungan mereka, sementara yang lain menilai ukuran masjid yang direncanakan lebih besar dari kuil Shinto di dekatnya sebagai kurangnya penghormatan terhadap tradisi setempat.
Penolakan ini meluas ke media sosial, dengan banyak masjid menerima telepon dan email bernada kasar. Kelompok anti-diskriminasi mengorganisir aksi tandingan, sementara tokoh lokal seperti pemilik kedai kopi Hiroki Suzuka dan penduduk Sri Lanka Mohamed Mohideen menyerukan dialog untuk mengurangi kesalahpahaman. Perwakilan komunitas Muslim, Shakeel Mohamed, menegaskan bahwa mereka berusaha menghormati aturan dan budaya Jepang.
Perdebatan ini terjadi di tengah pertumbuhan populasi Muslim di Jepang, yang mencapai sekitar 420.000 jiwa pada akhir 2024, naik dari 230.000 pada 2019. Total penduduk asing di Jepang melebihi empat juta pada 2025, dengan rekor 2,57 juta pekerja asing pada tahun yang sama, sementara populasi lokal menyusut. Pemerintah Jepang, yang menghindari sebutan "negara imigran", telah menaikkan biaya visa lima kali lipat pada Juni 2026, menambah personel Badan Layanan Imigrasi, dan mempertimbangkan kuota untuk mengelola jumlah warga asing.
Bagikan
Berita terkait
Transaksi Valuta Asing Digital Menjangkau 188 Negara
JawaPos · 15 September 2026 pukul 18.15
Jenazah WNI Peserta Magang Tewas di Hiroshima Bakal Dipulangkan ke RI
Detik.com · 4 September 2026 pukul 17.44
Petani Jepang Cuma Keluar Malam, Tak Kuat Lagi Kerja di Bawah Matahari
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 19.50
Pemkot Surabaya Temukan Bagian Indekos di Dharmahusada Permai Tak Sesuai Izin
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 19.27