Petani Jepang Cuma Keluar Malam, Tak Kuat Lagi Kerja di Bawah Matahari
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para petani Jepang beralih bekerja di malam hari akibat gelombang panas ekstrem dengan suhu mencapai 40°C di rumah kaca. Motoaki Lijima, petani bunga di Nikko, bekerja malam hingga Matahari pagi muncul setelah pekerja paruh waktu mengalami serangan panas saat memetik matahari. Di Jepang, 70% petani berusia 65 ke atas rentan stres panas, sementara 60% petani 20-50 tahun pernah mengalami serangan panas atau mengenal korban. Pada 2024, 59 pekerja pertanian meninggal dunia, lebih dari dua kali lipat dibanding 2021. Hasil survei Asosiasi Cuaca Jepang menunjukkan hampir 60% petani mengubah jam kerja akibat cuaca ekstrem.
Bagikan
Berita terkait
Petani Jepang Kini Bertani Tengah Malam, Suhu Panas Makin Mematikan
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 06.15
Mentan dan Kepala BGN memperkuat serapan pertanian untuk MBG
ANTARA News · 29 Juli 2026 pukul 09.05
Rencana Jepang Bangun Masjid Tuai Penolakan, Warga Sampaikan Ketakutan
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 05.30
Pulau Sempu Tak Hanya Segara Anakan: Ada 366 Jenis Tumbuhan di Dalamnya
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 22.00