Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Petani Jepang Cuma Keluar Malam, Tak Kuat Lagi Kerja di Bawah Matahari

Para petani Jepang beralih bekerja di malam hari akibat gelombang panas ekstrem dengan suhu mencapai 40°C di rumah kaca. Motoaki Lijima, petani bunga di Nikko, bekerja malam hingga Matahari pagi muncul setelah pekerja paruh waktu mengalami serangan panas saat memetik matahari. Di Jepang, 70% petani berusia 65 ke atas rentan stres panas, sementara 60% petani 20-50 tahun pernah mengalami serangan panas atau mengenal korban. Pada 2024, 59 pekerja pertanian meninggal dunia, lebih dari dua kali lipat dibanding 2021. Hasil survei Asosiasi Cuaca Jepang menunjukkan hampir 60% petani mengubah jam kerja akibat cuaca ekstrem.

Berita terkait