RI Impor Minyak US$16,16 M Selama Semester I-2026, dari Nigeria-Angola
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia mencatatkan peningkatan besar dalam impor minyak dan gas (migas) selama semester pertama tahun 2026. Nilai akumulasi impor migas mencapai US$22 miliar, yang merupakan kenaikan 38,71% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang hanya US$15,86 miliar. Sumber impor utama berasal dari Singapura dengan porsi 28,36%, diikuti oleh Malaysia sebesar 19,7%, dan Amerika Serikat sebesar 8,55%.
Komponen terbesar dari impor migas adalah minyak mentah dengan nilai US$16,16 miliar, sementara hasil minyak berkontribusi sebesar US$5,85 miliar. Impor minyak mentah Indonesia selama Januari hingga Juni 2026 terutama didatangkan dari Nigeria (24,91%), Angola (15,41%), dan Arab Saudi (13,62%). Volume impor bervariasi setiap bulan, dengan nilai tertinggi tercatat pada bulan Juni.
Peningkatan ini sangat signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada semester pertama tahun 2025, impor minyak mentah Indonesia hanya bernilai US$4,18 miliar dengan berat 7,74 juta ton, yang menunjukkan pertumbuhan pesat dalam permintaan atau harga impor minyak mentah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 13.45
Alfons Manibui: Penurunan Harga BBM Nonsubsidi Bermanfaat Nyata Bagi Masyarakat dan Dunia Usaha
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 11.02
RI-Thailand Sepakat Genjot Perdagangan Tembus Rp 360 Triliun
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 05.55
Impor RI Naik Tajam, Ini Biang Keroknya
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 22.01
RI-Thailand Komitmen Tingkatkan Perdagangan hingga USD 20 Miliar pada 2030
Berita terkait
Ekonom Nilai B50 Bisa Menghemat Cadangan Devisa & Mendorong Transformasi Ekonomi
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 20.32
Harga Minyak Dunia Menguat Usai AS Ancam Isolasi Ekonomi Iran
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 08.30
Indonesia Bisa Raup Keuntungan Berlipat Jika Produksi Kendaraan Nasional Digenjot
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 00.12
Prabowo Tetapkan Lifting Minyak 2027 610.000 Barel per Hari
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 20.07