Bukan Main! Amran Bilang E50-B50 Sukses RI Bisa Hemat Rp500 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan program campuran bioetanol 50% (E50) dan biodiesel 50% (B50) dapat menghemat devisa hingga Rp500 triliun per tahun (setara US$30 miliar). Penghematan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mewujudkan kemandirian energi nasional. Pemerintah sedang menyiapkan lahan 1-2 juta hektare untuk produksi bahan baku etanol dari tebu, singkong, dan jagung, dengan tebu menjadi fokus utama yang membutuhkan 1 juta hektare. Program ini diproyeksikan dapat menciptakan 8 juta lapangan kerja, termasuk tenaga kerja permanen. Implementasi E50 dan B50 akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari E5, E10, E20 pada 2029, hingga mencapai E40 pada 2030-2031. Pengembangan ini melibatkan BUMN terlebih dahulu, diikuti swasta, dengan dukungan kepastian lahan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 20 September 2026 pukul 09.30
Prabowo Tegas: Tak Ada yang Kasihan kepada Indonesia
Warta Ekonomi · 19 September 2026 pukul 14.22
Prabowo Ungkap RI Siapkan Bensin dari Sawit dan Batu Bara
Berita terkait
RI Sudah Punya BBM Campuran Bioetanol, Ini Produknya
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 15.45
95 Persen SPBU Sudah Distribusikan B50, Sisanya Tinggal di Papua dan Maluku
kumparan · 12 September 2026 pukul 10.36
B50 RI Bikin Jepang-Malaysia-Eropa Penasaran, Ada Potensi Hemat Rp 170 T
Detik.com · 8 September 2026 pukul 15.59
Bahlil Targetkan RI Terapkan Mandatori BBM Bioetanol 10% di 2027
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 17.35