RI Terjangkit Triple Defisit, Butuh Banyak Dana Segar dari Investor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menyatakan Indonesia menghadapi triple defisit, yakni defisit APBN, defisit neraca transaksi berjalan, dan saving investment gap. Pemerintah perlu menarik investasi asing lewat kebijakan pro-investor untuk mengatasi hal tersebut. Investasi yang dibutuhkan meliputi investasi riil dan pasar uang, seperti pembelian surat utang negara (bonds), ekuitas di pasar saham, dan investasi langsung (direct investment).
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tercatat 5,29 persen. Capaian ini dinilai menjadi daya tarik investor asing karena terjadi di tengah risiko perlambatan ekonomi global dan geopolitik. Pemerintah dianggap sudah mengambil langkah awal mendorong keyakinan akan perbaikan pertumbuhan guna mendukung masuknya aliran dana asing.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 10.46
Prabowo: S&P hingga Lianhe Akui Fundamental Ekonomi Indonesia Kokoh dan Layak Investasi
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 15.28
Pakar: Penguatan industri-investasi pacu pertumbuhan ekonomi 6 persen
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 11.05
Prabowo: Pertumbuhan ekonomi-investasi bukan tujuan akhir pembangunan
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 16.23
IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.301
Berita terkait
Indonesia Juara Satu, Ini 10 Negara Pencetak Orang Kaya Baru
Liputan6.com · 20 September 2026 pukul 22.02
Mari Elka Ungkap RI Kalah dari Vietnam dalam Menarik Investasi
kumparan · 29 September 2026 pukul 13.52
IHSG Turun 1%, Dekati Level 6.000
Detik.com · 29 September 2026 pukul 09.19
Investor Pasar Modal Capai Angka 31,8 Juta, BEI dan OJK Perkuat Transparansi
JawaPos · 25 September 2026 pukul 17.01