Jakarta · Rabu, 7 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Ricuh Demo Pelajar, PM Prancis Bantah Perintahkan Aparat Represif

Ribuan pelajar di seluruh Prancis turun ke jalan untuk protes, namun aksi mereka diwarnai kekerasan seperti pembakaran gedung sekolah dan pelemparan benda ke arah polisi. Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu menyatakan pemerintah tidak mentoleransi tindakan kekerasan dan membantah tuduhan bahwa pemerintah memerintahkan aparat represif. Lecornu menyebut tuduhan tersebut sebagai 'kebohongan'. Dalam beberapa hari terakhir, ribuan orang ditangkap dan puluhan terluka akibat aksi protes ini. Partai sayap kiri France Unbowed (LFI) dan kelompok HAM menuduh polisi bertindak tidak proporsional, terutama terhadap para pengunjuk rasa yang masih di bawah umur. Lecornu mengakui kemungkinan 'kecelakaan' terjadi dalam insiden yang melukai sejumlah siswa, namun menuduh LFI memiliki agenda politik untuk menimbulkan kekacauan menjelang pemilu presiden 2027. Untuk meredakan ketegangan, pemerintah mengumumkan penangguhan kegiatan belajar-mengajar formal di SMA selama sisa minggu ini agar sekolah dapat melakukan 'demokrasi internal' untuk membahas situasi terkini.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait