Ricuh Demo Pelajar, PM Prancis Bantah Perintahkan Aparat Represif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ribuan pelajar di seluruh Prancis turun ke jalan untuk protes, namun aksi mereka diwarnai kekerasan seperti pembakaran gedung sekolah dan pelemparan benda ke arah polisi. Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu menyatakan pemerintah tidak mentoleransi tindakan kekerasan dan membantah tuduhan bahwa pemerintah memerintahkan aparat represif. Lecornu menyebut tuduhan tersebut sebagai 'kebohongan'. Dalam beberapa hari terakhir, ribuan orang ditangkap dan puluhan terluka akibat aksi protes ini. Partai sayap kiri France Unbowed (LFI) dan kelompok HAM menuduh polisi bertindak tidak proporsional, terutama terhadap para pengunjuk rasa yang masih di bawah umur. Lecornu mengakui kemungkinan 'kecelakaan' terjadi dalam insiden yang melukai sejumlah siswa, namun menuduh LFI memiliki agenda politik untuk menimbulkan kekacauan menjelang pemilu presiden 2027. Untuk meredakan ketegangan, pemerintah mengumumkan penangguhan kegiatan belajar-mengajar formal di SMA selama sisa minggu ini agar sekolah dapat melakukan 'demokrasi internal' untuk membahas situasi terkini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 7 Oktober 2026 pukul 01.30
Puan Minta Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan Aktivis BEM UI
SINDOnews · 6 Oktober 2026 pukul 09.50
Protes Pelajar di Prancis Memanas, dari Blokade Sekolah hingga Kerusuhan Massa
JPNN.com · 5 Oktober 2026 pukul 08.16
Viral Bule Australia Berkelahi di Bar Seminyak Bali, Polisi Turun Tangan
Berita terkait
Teganya Bang Jago Acak-acak Dagangan dan Pukul Pedagang Wanita di Bogor
Detik.com · 6 Oktober 2026 pukul 20.20
Puan Minta Pelaku Penyerangan Koordinator BEM UI Segera Ditangkap
Detik.com · 6 Oktober 2026 pukul 14.09
Polisi Usut Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Imbau Korban Melapor
Detik.com · 6 Oktober 2026 pukul 13.13
Pembacokan Sesama Pelajar di Bekasi, 10 Orang Ditangkap Polisi
Detik.com · 6 Oktober 2026 pukul 13.06