Roket SpaceX Tabrak Bulan, Para Ahli Peringatkan Risiko Pemukiman Manusia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sisa roket Falcon 9 SpaceX seberat 4,5 ton menghantam permukaan Bulan dekat Kawah Einstein pada 5 Agustus 2026 dengan kecepatan 8.690 km/jam. Meskipun tidak merusak fasilitas yang ada, insiden ini memicu kekhawatiran para ahli mengenai risiko pembangunan pemukiman permanen di Bulan. Tanpa atmosfer, hantaman benda buatan manusia menyebabkan guncangan tanah dan lontaran material berkecepatan tinggi yang dapat merusak habitat, panel surya, serta mengancam keselamatan astronot.
Sebelum tabrakan, pengorbit Danuri milik Korea Selatan sempat melakukan manuver penyesuaian orbit untuk menghindari benturan dengan puing tersebut. Lokasi kawah baru hasil tabrakan berhasil diabadikan oleh Danuri dan LRO milik NASA, sementara observatorium di Bumi mendeteksi awan gas natrium dan litium. Para ahli kini mendesak penetapan protokol de-orbit yang ketat dan zona dampak khusus guna melindungi infrastruktur antariksa di masa depan.
Bagikan
Berita terkait
Roket Elon Musk Tabrak Bulan, Buktinya Masih Dicari
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 11.00
Roket SpaceX Seberat 4 Ton Akhirnya Menghantam Bulan, Bahayakan Bumi?
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 07.15
Roket SpaceX Seberat 4 Ton Bakal Tabrak Bulan Besok
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 17.30
Perlombaan Antariksa Meningkat, Akankah Bulan Menjadi Tempat Pembuangan Sampah Baru?
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 10.30