Kebutuhan Dananya Ditaksir capai Rp 3,3 Triliun, PLN IP Kembangkan PLTS Terintegrasi BESS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PLN Indonesia Power menyatakan kebutuhan investasi transisi energi mencapai Rp 3,3 triliun untuk pengembangan PLTS terintegrasi Battery Energy Storage System (BESS). Proyek ini meliputi dedieselisasi 10 lokasi terisolasi di Sulawesi Tengah dengan kapasitas PLTS 60 MWp dan BESS 200 MWh, didanai oleh konsorsium perbankan Korea dan Indonesia. Kolaborasi dengan PT ACE Energy Service di Electricity Connect 2026 menjadi langkah strategis memperkuat layanan MRO dan kompetensi nasional. Penggunaan panel surya produksi dalam negeri dari Trina Mas Agra Indonesia meningkatkan TKDN. Integrasi PLTS-BESS diproyeksikan menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) hingga Rp 1.000/kWh tergantung karakteristik sistem kelistrikan masing-masing lokasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 6 Oktober 2026 pukul 15.00
PLN Indonesia Power Bangun Ekosistem Energi Terintegrasi
JPNN.com · 6 Oktober 2026 pukul 15.59
Rosan Beberkan Arah Kebijakan Program Energi Seusai Ada Kemenko Hilirisasi
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 15.25
Hashim Bocorkan RI Mau Bangun Pembangkit Nuklir 7 Giga Watt
Liputan6.com · 6 Oktober 2026 pukul 14.15
Potensi Energi Terbarukan Indonesia 3.700 GW, Tapi Baru Tergarap 15,4 GW
Berita terkait
PLN Resmi Kantongi Kesepakatan Rp3,3 Triliun, Buat Proyek Apa Saja?
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 14.00
PLN Garap PLTS 60 MWp-BESS 200 MWh di Sulawesi Tengah Rp 3,3 T
Detik.com · 24 September 2026 pukul 09.41
Dukung Transisi Energi, IMIP Terus Kembangkan PLTS Kawasan
Detik.com · 28 September 2026 pukul 16.20
Pembangunan PLTS 100 GWp dalam 3 Tahun Dinilai Realistis
JawaPos · 26 September 2026 pukul 16.30