Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rudal Iran Kini Bisa Ubah Target saat Terbang, Momok Baru bagi Sistem Pertahanan Patriot AS

Iran mengklaim rudal balistiknya kini mampu mengubah jalur penerbangan dan mengalihkan sasaran menuju target sekunder setelah diluncurkan, menurut Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi. Kemampuan ini didukung oleh sistem pandu canggih yang memungkinkan senjata melewati lapisan pertahanan udara musuh, sekaligus meningkatkan akurasi dan menghindari pencegatan. Klaim ini disampaikan dalam sebuah acara di Qazvin pada Senin, 10 Agustus 2026, dan digambarkan sebagai bagian dari strategi "perang teknologi" Iran yang mengedepankan kecerdasan buatan dan inovasi sistem pertahanan.

Jika klaim ini terverifikasi, kemampuan manuver dan pengalihan target rudal Iran dapat memengaruhi perencanaan pertahanan militer AS, Israel, dan negara-negara Teluk, terutama terhadap fasilitas strategis dan jalur di sekitar Selat Hormuz. Namun, Iran belum menyajikan bukti independen seperti telemetri atau dokumentasi uji terbang untuk memastikan kehandalan pengalihan target secara nyata di tengah penerbangan. Klaim tersebut menggabungkan pengembangan panduan rudal yang sudah terdokumentasi dengan fitur canggih yang belum terverifikasi secara eksternal.

Rudal balistik tradisional biasanya mengikuti lintasan yang dapat diprediksi setelah fase dorong, memungkinkan sistem pertahanan untuk menghitung zona jatuh dan merencanakan intersepsi. Dengan kemampuan manuver, termasuk penggunaan kendali aerodinamis dan sirip, rudal dapat menyesuaikan posisinya selama penerbangan, sehingga menjadi lebih sulit ditangkap. Meskipun demikian, Iran tetap mengandalkan rudal sebagai bagian dari strategi pencegahan konvensional, terutama untuk menyeimbangkan kelemahan armada pesawat tempurnya dan memberikan opsi serangan balasan terhadap ancaman regional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait