IRGC Sebut Trump Pembohong Besar, AS Gagal dan Harus Tinggalkan Timur Tengah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Juru bicara IRGC Iran, Hossein Mohebbi, menyatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump adalah "pembohong besar" dan mengklaim kampanye militernya melawan Iran gagal secara total. Mohebbi menegaskan serangan AS terhadap Iran tidak berkaitan dengan program nuklir, melainkan bertujuan menjarah kekayaan rakyat Iran serta memecah belah dan menguasai kembali Iran sebagai negara jajahan. IRGC mengirim surat kepada rakyat Amerika untuk menyebarkan "kebenaran" dan menolak tudukan terkait senjata nuklir. Ia menambahkan Iran terus memproduksi sistem pertahanan dan senjata baru untuk melindungi diri jika perang bermuncak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 09.56
Harga Minyak Dunia Melesat 1,27% usai Trump Tolak Proposal Damai Iran
Detik.com · 29 September 2026 pukul 10.52
Trump Kaget, 5 Tersangka Ancaman Bom di Pangkalan AS Dibebaskan Inggris
JawaPos · 29 September 2026 pukul 10.16
Iran Pertimbangkan Keluar dari Non-Proliferasi Nuklir
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 22.08
Trump Minta China Tak Bantu Iran, Ini Respons Xi Jinping
Berita terkait
Trump Ancam Mau Binasakan Iran di Sidang PBB, IRGC Beri Peringatan
Detik.com · 23 September 2026 pukul 09.20
Trump Hadapi 'Keputusan Besar' soal Iran: Kesepakatan atau Hancurkan
Detik.com · 23 September 2026 pukul 08.57
Harga Minyak Kembali di Bawah US$ 100 Usai Trump Buka Diplomasi dengan Iran
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 07.24
Trump Mulai Ubah Istilah 'Perang' Iran jadi 'Konflik Militer'
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 14.00