IRGC Sebut Selat Hormuz Tak Dibuka Sampai AS Penuhi Syarat: Ini Medan Perang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz hingga Amerika Serikat memenuhi syarat seperti kompensasi kerusakan dan penghentian dukungan Israel. Selat Hormuz disebut IRGC sebagai medan perang. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengkonfirmasi negosiasi dengan Oman tentang rute maritim baru telah mendekati tahap akhir, namun pembukaan kembali selat tetap bergantung pada syarat lain. Iran menerapkan blokade efektif sejak serangan AS-Israel Februari 2026, termasuk mengeksekusi biaya lintas dan menyerang kapal yang menghindari rute. Tuntutan Iran meliputi penghentian agresi di Lebanon, Palestina, Yaman, Irak, pencabutan blokade AS, penghapusan sanksi, dan kompensasi kerusakan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 15.40
Update Terbaru Perang Iran, Trump Sebut AS Kuasai 100% Selat Hormuz
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 13.38
Perang Iran Kuras Cadangan Minyak AS di Bawah 300 Juta Barel, Terendah sejak 1983
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 13.20
Siapa Mohsen Rezaee? Tangan Kanan Mojtaba Khamenei yang Mengusung Pertahanan Suci
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 15.08
Bocorkan Isi Perundingan, Dubes AS Sebut Iran Prioritaskan Urusan Duit
Berita terkait
Tantangan Baru Iran untuk AS, Trump "Mimpi" Caplok Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 06.25
AS Bisa Mempertahankan Blokade Laut Terhadap Pelabuhan Iran Tanpa Batas Waktu
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 09.00
Jenderal IRGC: Iran Mampu Perang Panjang Melawan AS hingga Trump Lengser
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 06.18
Militer Iran Tolak Klaim AS soal Kapal-kapal Bisa Melintasi Selat Hormuz secara Normal
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 22.31