Rudal Terjang Pasukan Arab Saudi, Houthi Tetapkan Batasan bagi Sekutu Baru Riyadh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasukan Houthi Yaman melancarkan serangan rudak dan drone terhadap pasukan Arab Saudi di Marib pada 7 Agustus 2026. Serangan ini dilakukan setelah pengamatan ketat terhadap pergerikan militer Saudi di kamp Sahn al-Jinn. Juru bicara militer Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, menyatakan bahwa serangan menyasar titik konsentrasi pasukan, gudang, kendaraan, dan peralatan militer Saudi dengan rudak dan drone sejumlah besar. Saree menye kar serangan sebagai serangan "tingkat tinggi dan presisi."
Houthi juga menegukan bahwa negara-negara yang bergabung atau mendukung kampanye militer baru Arab Saudi terhadap Yaman akan dianggap terlibat dalam agresi tersebut. Peringatan ini muncul setelah penandatanganan Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Perjanjian ini menyatakan bahwa serangan terhadap salah satu dari ketiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.
Para pejabat Ansarallah (Houthi) secara langsung memperingatkan Turki dan Pakistan agar tidak membiarkan perjanjian pertahanan tersebut menyeret mereka ke dalam konflik Arab Saudi dengan Yaman. Mereka menyoroti implikasi dari aliansi keamanan trilateral baru ini dan berpotensi memperluas cakupan konflik di wilayah.
Bagikan
Berita terkait
6 Fakta Aliansi Mekkah, Persatuan antara Raja Militer Eropa, Sultan Minyak dan Pemilik Senjata Nuklir
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 04.40
Mendagri Tito Pimpin Upacara HUT 81 Kemerdekaan RI di Manggarai Timur
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 13.58
Profil Kombes Jerrold, Komandan Upacara Penurunan Bendera HUT 81 RI di Istana
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 13.57
Rafale dan A400M TNI AU Flypast Perdana saat Upacara Istana Merdeka
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 13.55