Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Ancaman Houthi di Selat Bab al-Mandab: Jalur Minyak Utama dalam Bahaya

Kelompok Houthi yang didukung Iran melakukan serangan darat besar di sekitar Selat Bab al-Mandab, jalur laut strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Selat sempit ini menjadi jalur kritis untuk ekspor minyak Arab Saudi dan perdagangan maritim antara Eropa dan Asia. Konflik ini telah menyebabkan penurunan signifikan lalu lintas kapal di Terusan Suez, dari 26.895 kapal pada 2023 turun menjadi 14.070 kapal pada 2025, dengan rata-rata harian hanya 40,8 kapal pada Januari-Agustus 2026.

Serangan Houthi juga menargetkan infrastruktur minyak Arab Saudi, melukai 73 warga sipil dan menyebabkan lonjakan harga minyak WTI hingga di atas US$100 per barel. Ekspor minyak Saudi dari pelabuhan Yanbu sempat mencapai 3,8 juta barel per hari, namun menurun menjadi 1,5 juta barel per hari setelah intensitas serangan meningkat. Houthi berhasil merebut kota pelabuhan strategis Mokha dan Mocha di pesisis Selat Bab al-Mandab, memperkuat posisinya dalam mengendalikan akses maritim.

Sebelum konflik, Bab al-Mandab menyumbang 12 persen dari pengiriman minyak dunia pada 2023. Dengan Iran dan proksinya (termasuk Hizbullah dan Hamas) mengoordinasikan serangan multi-front, ketegangan di wilayah ini semakin membesar. Pemerintahan AS di bawah Trump tengah menyusun strategi pasca-perang yang berfokus pada pembendungan Iran dan normalisasi hubungan Israel-Arab, sementara koalisi militer pimpinan Saudi bersiap untuk langkah operasional.

Berita terkait