Runner-up Raka Raki Jatim Terseret Dugaan Aborsi, Gelar Terancam Dicabut
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur menyiapkan sanksi terhadap seorang runner-up Raka Raki Jawa Timur yang diduga terlibat kasus aborsi. Kepala Disbudpar Evy Afianasari menyatakan sanksi terberat yang dapat diterapkan adalah pencabutan gelar dan pencoretan nama dari Ikatan Raka Raki Jawa Timur. Jika gelar runner-up dicabut, peserta lain yang berada di bawahnya akan naik peringkat berdasarkan akumulasi nilai yang telah diperoleh. Namun, Evy menegaskan bahwa keputusan tidak akan diambil hanya berdasarkan isu yang beredar di media sosial. Disbudpar masih menunggu hasil verifikasi dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait sebelum menentukan langkah selanjutnya. Para dewan juri sedang menunggu hasil rekapan verifikasi untuk berkumpul dan membahas kasus ini secara bersamaan.
Kasus ini juga mendapatkan respons dari Ikatan Raka Raki Jawa Timur. Meskipun belum ada keputusan akhir, dugaan tindakan kekerasan seksual yang melibatkan salah satu peserta ini telah menimbulkan sorotan publik. Pihak yang terkait sedang melakukan investigasi untuk memastikan kebenaran informasi sebelum memberikan sanksi yang sesuai.
Bagikan
Berita terkait
Disbudpar Cabut Status Runner Up Raka Jatim 2026 yang Minta Pacar Aborsi
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 09.01
Buntut Kasus Aborsi, DPRD Jatim Minta Seleksi Raka Raki Dievaluasi
JPNN.com · 11 Agustus 2026 pukul 17.02
Siapa Raabi'atul Adawiyyah? Menantu Sultan Brunei yang Dicabut Gelarnya
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 16.11
Sultan Brunei Berharta Rp450 Triliun Cabut Gelar Bangsawan Menantu karena Perilaku Tak Pantas
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 12.11