Rupiah Menguat Dipengaruhi Geopolitik AS-China
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah menguat 0,07 persen atau 13 poin terhadap dolar AS, berada di level Rp 17.703 per USD pada penutupan perdagangan Jumat. Penguatan ini didorong oleh perbaikan hubungan dagang antara AS dan China. Menteri Keuangan AS Scott Bessent memastikan kedua negara sepakat memperpanjang gencatan senjata perdagangan hingga 10 Januari 2027, yang sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 10 November. Perpanjangan ini mencakup langkah China untuk membeli lebih banyak produk pertanian AS dan potensi kesepakatan di sektor jasa keuangan. Pertemuan tidak terjadwal antara Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di Washington menjadi katalis pengumangan ini. Selain itu, negosiasi damai bertahap antara AS dan Iran juga mendukung sentimen pasar, dengan Iran bersedia membuka kembali Selat Hormuz dan AS meninjau kembali sanksi ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 17.53
Rupiah Lemas Sambut Akhir Pekan di Posisi Rp17.903 per Dolar AS
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 16.22
Rupiah menguat dipengaruhi hubungan yang membaik antara AS-China
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 16.16
Rupiah Terseret ke Rp17.916 per Dolar AS Sore Ini
Berita terkait
Alhamdulillah, Rupiah Hari Ini Berangsur Menguat
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 11.22
Rupiah melemah dipengaruhi ketegangan geopolitik di Asia Barat
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 16.08
Rupiah Lunglai ke Rp17.847 per Dolar AS Sore Ini
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 16.00
BI: Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kekhawatiran tensi geopolitik
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 15.58