BI: Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kekhawatiran tensi geopolitik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) menyatakan pelemahan nilai tukar rupiah dipicu oleh tensi geopolitik Timur Tengah yang menjaga harga minyak di atas 100 dolar AS per barel, sehingga meningkatkan risiko inflasi global. Tekanan tambahan berasal dari kebutuhan valas importir dan arus keluar dana portofolio aset domestik. Pada Senin (21/9), kurs JISDOR tercatat melemah 0,38 persen ke level Rp17.813 per dolar AS.
Untuk menjaga stabilitas, BI melakukan intervensi melalui transaksi NDF, spot, DNDF, serta pembelian SBN di pasar sekunder. BI juga mengoptimalkan insentif modal asing dan skema Local Currency Transaction (LCT). Meski tertekan, rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan dengan penguatan quarter to date sebesar 0,37 persen, didukung cadangan devisa sebesar 146,5 miliar dolar AS per akhir Agustus 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 16.00
Rupiah Lunglai ke Rp17.847 per Dolar AS Sore Ini
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 15.58
Rupiah Terkapar ke Rp17.813 per USD, BI: Masih Sejalan dengan Pergerakan Mata Uang Kawasan
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 15.31
BI Beber Biang Kerok Rupiah Melemah Dekati Rp18 Ribu per Dolar AS
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 09.45
Rupiah Loyo ke Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
Berita terkait
Rupiah Melemah 0,83% dalam Sepekan, Pasar Menanti RDG BI Pekan Depan
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 12.15
Rupiah Perkasa ke Rp17.679 per Dolar AS Sore Ini
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 16.24
Rupiah Menguat Jadi Rp 17.715 per Dolar AS, Gubernur BI Destry Damayanti Beberkan Strategi Utama
JawaPos · 1 September 2026 pukul 20.15
Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp17.694 per USD
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 16.22