Rupiah menguat dipengaruhi hubungan yang membaik antara AS-China
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah menguat 0,07 persen atau 13 poin ke Rp17.903 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, didorong oleh perbaikan hubungan dagang AS-China. Menteri Keuangan AS Scott Bessent memastikan kedua negara memperpanjang gencatan senjata perdagangan hingga 10 Januari 2027, setelah pertemuan tak terduga dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di Washington. Kemungkinan besar ada kesepakatan tambahan terkait pembelian produk pertanian AS dan sektor keuangan. Sementara itu, tekanan inflasi AS yang masih tinggi mendorong The Fed untuk mempertahankan sikap hawkish, dengan dua pejabat Fed menegaskan kebutuhan untuk menaikkan suku bunga jika inflasi belum kembali ke target. Data ekonomi AS juga kuat, dengan PMI S&P Global naik ke 58,4 pada September dan klaim pengangguran turun ke 197 ribu, di bawah ekspektasi pasar. Namun, JISDOR Bank Indonesia melemah ke Rp17.917 per dolar AS. Analis Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai penguatan rupiah ini langsung berkaitan dengan perbaikan diplomasi dagang global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 11.02
Rupiah Hari Ini Tertekan ke 17.933, Potensi Kenaikan Bunga The Fed Jadi Beban
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 09.22
Breaking! Rupiah Melemah 0,59%, Dolar AS Tembus Rp17.900
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 17.55
Rupiah Menguat Dipengaruhi Geopolitik AS-China
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 17.20
Rupiah Menguat ke 17.903 per Dolar AS, Ini Pendorongnya
Berita terkait
Pergerakan rupiah dipengaruhi ekspektasi pengetatan kebijakan Fed
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 10.37
Rupiah Tertekan ke Rp17.758, Perang Timur Tengah hingga The Fed Bayangi Pasar
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 16.35
Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Ditutup Merosot
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 17.15
The Fed Kerek Suku Bunga, Rupiah Melemah ke Rp17.735/US$
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 15.15