Rupiah Melemah Tipis, Pasar Soroti Intermediasi Perbankan dan Wait and See Data Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah melemah tipis 2 poin menjadi Rp17.725 per USD pada Rabu (26/8/2026) karena sentimen Pgs Bank Indonesia Destry Damayanti yang menyatakan siklus ekonomi domestik belum optimal. Pengamat Ibrahim Assuaibi menekankan pentingnya optimasi fungsi intermediasi perbankan, dengan Rp2.548 triliun atau 21% dari plafon kredit masih belum didispenasikan. Pelemahan rupiah juga dipengaruhi ekspektasi data ekonomi penting yang akan dirilis pekan depan, termasuk inflasi Agustus, perdagangan Juli, dan PMI manufaktur. Pasar menunggu kebijakan BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sekaligus mengoptimalkan kredit UMKM untuk menjaga daya beli masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 16.44
Calon Deputi Gubernur Senior Aida Ungkap Ujian Berat Rupiah di 2026
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 12.12
Video: Bos Sekuritas Nilai Target PDB - Rupiah Prabowo 2027 Realistis
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 16.00
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.721 per Dolar AS Sore Ini
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 16.57
Hadapi Tantangan Ekonomi, Destry Beberkan Tiga Misi jika Terpilih jadi Gubernur BI
Berita terkait
Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp17.694 per USD
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 16.22
Rupiah Melemah ke Rp17.862 per Dolar AS, Tertekan Kenaikan Harga Minyak
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 16.37
BI Rate Diprediksi Masih Bisa Naik Lagi hingga Akhir 2026
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 15.05
Independensi Bank Indonesia Jadi Sorotan
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 15.43