Rusia-Indonesia masih dalam tahap diskusi soal bandar antariksa Biak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menyatakan bahwa kolaborasi pengembangan bandar antariksa di Biak, Papua, masih berada pada tahap diskusi awal bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Roscosmos. Ia menegaskan belum ada perjanjian resmi yang ditandatangani dan bahwa pertemuan tersebut bersifat eksploratif. Tolchenov menyangkal klaim bahwa fasilitas ini akan digunakan sebagai pangkalan militer Rusia, menekankan bahwa bandar antariksa tersebut adalah milik penuh Indonesia tanpa fungsi ganda untuk kepentingan asing. Ia juga menyatakan komitmen Rusia untuk mendukung pengembangan proyek ini jika Roscosmos menjadi mitra yang dipilih. Pemerintah Indonesia berupaya mempercepat pembangunan bandar antariksa tersebut, termasuk dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2026. Selain Rusia, Indonesia juga menjajaki kerja sama keantariksaan dengan India, sejalan dengan kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Jakarta pada Juli lalu.
Bagikan
Berita terkait
Prabowo Minta BRIN-Unhan Buat Teknologi Desalinasi di Daerah Terdampak Gempa NTT
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 22.30
Dari pengalaman Palue, Prabowo minta BRIN bangun teknologi desalinasi
ANTARA News · 26 Agustus 2026 pukul 19.53
RI Mulai Berani Bikin Roket Canggih Sendiri, 3 Tahun Lagi Uji Terbang
CNBC Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 12.15
Menteri Dody Gandeng BRIN Ubah Air Laut Jadi Tawar di NTT Usai Gempa
CNN Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 08.06