Rusia Kecam Rencana Latihan Militer Gabungan AS-Jepang-Australia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rusia mengecam rencana latihan militer gabungan 'Orient Shield' antara AS, Jepang, dan Australia yang dijadwalkan 8-24 September di Jepang. Latihan ini akan melibatkan 3.700 personel dan sistem rudal Typhon milik AS untuk pertama kalinya. Rusia menyatakan protes resmi kepada Tokyo serta mengancam memberikan respons balasan untuk menjamin keamanan nasional. Juru bicara Rusia, Maria Zakharova, menyoroti kekhawatiran akan aktivitas militer di dekat perbatasan Timur Jauh serta mengingatkan bahwa pengerahan senjata di wilayah Jepang tidak dapat diterima. Ringanannya, latihan ini menjadi kontinum ketegangan antara Rusia dan Jepang yang meningkat setelah kunjungan Presiden Putin ke pulau Sengkaji di perbatasan KTT.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 06.05
Nasib Kewarganegaraan 8 WNI Setelah Gabung Tentara Rusia
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 22.00
Eropa Terbelah soal Nuklir AS, Rusia Disebut Jadi Biang Kerok
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 21.45
Iran Apresiasi Sikap Rusia, Ini Alasannya
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 21.20
Kuasai Ladang Minyak Venezuela, AS Singkirkan China dan Rusia
Berita terkait
Korut Kecam Rencana Latihan Militer AS-Jepang-Korsel Sebagai Spionase Udara
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 20.00
Pertemuan Putih-Trump-Zelensky hanya Mungkin Digelar untuk Merampungkan Kesepakatan Konflik Ukraina
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 21.05
Pertemuan Putin-Trump-Zelensky hanya Mungkin Digelar untuk Merampungkan Kesepakatan Konflik Ukraina
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 21.05
Presiden Trump Sebut Presiden Putin Tidak akan Menyerang Wilayah NATO
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 07.00