Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Kuasai Ladang Minyak Venezuela, AS Singkirkan China dan Rusia

Perusahaan minyak Amerika Serikat North American Blue Energy Partners (NABEP) akan mengambil alih 17 proyek minyak di Venezuela, termasuk lima ladang yang sebelumnya dikelola perusahaan asal China dan satu ladang dari Rusia. Pengambilalihan ini merupakan bagian dari kesepakatan produksi minyak besar antara AS dan Venezuela yang diumumkan Presiden AS Donald Trump. Dengan 14 kontrak baru yang diperoleh NABEP, perusahaan ini berencana mengembangkan proyek-proyek tersebut untuk memasok minyak ke pasar AS, sekaligus mengurangi ketergantungan Venezuela pada ekspor ke China.

Kesepakatan ini memperkuat posisi AS dalam pengelolaan aset energi strategis Venezuela dan memberi Washington peran lebih besar dalam menentukan arah produksi serta pemasaran minyak negara tersebut. Dua proyek tambahan dikelola oleh afiliasi Alex Saab, mantan orang dekat eks-presiden Venezuela Nicolas Maduro yang kini ditahan di AS. Langkah ini juga mencerminkan upaya AS untuk menggeser pengaruh China dan Rusia yang selama bertahun-tahun mendominasi sektor energi Venezuela.

Sebelumnya, AS juga dikabarkan mengendalikan cadangan minyak Venezuela sebesar 65 miliar barel senilai Rp1.775 triliun. Dengan penguasaan ladang minyak ini, AS tidak hanya membuka pasar baru bagi perusahaan domestiknya, tetapi juga memastikan alirannya menuju pasar internal AS yang lebih strategis dibandingkan ekspor ke negara-negara lain.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait