Saat AS Kekurangan Rudal, Iran Justru Tingkatkan Pasokan Misil dan Drone
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas militer Iran menyatakan kesiapan untuk kembali berperang dengan Amerika Serikat jika negosiasi gagal, sambil menegaskan peningkatan signifikan kekuatan militer mereka selama masa gencatan senjata. Iran mengklaim telah memanfaatkan setiap momen jeda untuk memperbaiki sistem yang rusak, mengimpor peralatan baru, dan memproduksi senjata secara masif. Produksi drone dilaporkan meningkat hingga tiga kali lipat dari tingkat sebelum perang, sementara akurasi rudal juga membaik berkat pengalaman di medan tempur.
Menurut laporan media AS bulan Juni, Iran masih mempertahankan sekitar 70 persen persediaan rudal pra-perang dan 40 persen arsenal drone-nya, yang menunjukkan kemampuan Teheran untuk melanjutkan perang asimetris selama berbulan-bulan lagi. Di sisi lain, Washington mengisyaratkan kesepakatan mengenai Selat Hormuz mungkin segera tercapai, meskipun Presiden Donald Trump kembali menuntut penyerahan diri total dari Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 09.15
Harga Minyak Bangkit, Ancaman Hormuz Belum Hilang
Berita terkait
Trump Sesumbar soal Hormuz, Parlemen Iran Ejek 'Sembunyi di Truk Makanan'
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.26
Serangan Kapal di Selat Hormuz Meningkat, Ketegangan AS-Iran Memanas
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 08.07
Iran Tegaskan Belum Mau Lanjut Negosiasi dengan AS, Gencatan Senjata 60 Hari Tak Ada
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 18.30
Donald Trump segera Mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 10.40