Saat AS Kekurangan Rudal, Iran Justru Tingkatkan Pasokan Misil dan Drone
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas militer Iran menyatakan kesiapan untuk kembali berperang dengan Amerika Serikat jika negosiasi gagal, sambil menegaskan peningkatan signifikan kekuatan militer mereka selama masa gencatan senjata. Iran mengklaim telah memanfaatkan setiap momen jeda untuk memperbaiki sistem yang rusak, mengimpor peralatan baru, dan memproduksi senjata secara masif. Produksi drone dilaporkan meningkat hingga tiga kali lipat dari tingkat sebelum perang, sementara akurasi rudal juga membaik berkat pengalaman di medan tempur.
Menurut laporan media AS bulan Juni, Iran masih mempertahankan sekitar 70 persen persediaan rudal pra-perang dan 40 persen arsenal drone-nya, yang menunjukkan kemampuan Teheran untuk melanjutkan perang asimetris selama berbulan-bulan lagi. Di sisi lain, Washington mengisyaratkan kesepakatan mengenai Selat Hormuz mungkin segera tercapai, meskipun Presiden Donald Trump kembali menuntut penyerahan diri total dari Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 09.15
Harga Minyak Bangkit, Ancaman Hormuz Belum Hilang
Berita terkait
Trump Tolak Usulan Gencatan Senjata 7 Hari dari Iran, Ada Skenario Perang Besar
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 04.40
Di Forum PBB, Rusia Nyatakan Siap Bantu Jaga Stabilitas Selat Hormuz
Detik.com · 27 September 2026 pukul 01.58
Trump Tolak Proposal Gencatan Senjata Iran untuk Buka Selat Hormuz
kumparan · 27 September 2026 pukul 00.23
IRGC Iran Tembak Jatuh 2 Drone MQ-1 di Selat Hormuz
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 16.58