Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Harga Minyak Bangkit, Ancaman Hormuz Belum Hilang

Harga minyak dunia menguat tipis pada Selasa pagi (4/8/2026) setelah jatuh tajam di sesi sebelumnya. Berdasarkan data Refinitif pukul 08.45 WIB, harga minyak Brent berada di US$84,21 per barel, naik 0,53% dari US$83,77. Sementara WTI menguat 0,56% ke US$80,79 per barel dari US$80,34. Sehari sebelumnya, Brent anjlok lebih dari 7% dan WTI merosot lebih dari 5% ke level terendah dalam beberapa pekan.

Tekanan jual muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan akan menunda serangan baru ke Iran dan membuka peluang perundingan terkait Selat Hormuz. Namun, Teheran membantah: juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan tidak ada negosiasi berlangsung dengan AS dan tidak ada agenda pertemuan. Ketidakpastian itu membuat pelaku pasar kembali berhitung, karena risiko gangguan pasokan Timur Tengah belum hilang.

Data Barclays menunjukkan ekspor energi melalui Selat Hormuz mulai pulih, dengan rata-rata 4,2 juta barel per hari pada pekan berakhir 31 Juli, naik dari 3,2 juta barel pekan sebelumnya. Namun, risiko keamanan masih nyata: enam kapal tanker Saudi mengubah rute memutar lewat Afrika selatan, lalu lintas di Hormuz melambat, dan UKMTO menerima laporan kapal kargo terkena proyektil di dekat Al Khasab, Oman. Analis KCM Trade Tim Waterer menilai pelemahan harga masih rapuh dan harga bisa melonjak jika konflik memanas. Biaya asuransi tetap tinggi, sehingga premi risiko geopolitik diperkirakan belum hilang.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait