Sains Berdampak: FMIPA UGM Kembangkan Bioavtur hingga AI Deteksi Sepsis Bayi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

FMIPA UGM menggelar Rapat Terbuka Senat dengan tema 'Sains Berdampak: Akselerasi Global untuk Kemandirian Bangsa'. Rektor Ova Emilia menyatakan FMIPA UGM telah mencapai banyak prestasi selama lima tahun terakhir, termasuk di kompetisi sains dan olimpiade. Mahasiswa FMIPA UGM mengembangkan inovasi seperti bioavtur dari minyak maggot black soldier fly dan cNose, sensor AI untuk mendeteksi sepsis pada bayi. Dekan FMIPA UGM, Prof Kuwat Triyana, menekankan pentingnya riset yang memberikan solusi nyata melalui 'Research to Value Engine' untuk menghasilkan dampak ekonomi dan sosial. FMIPA UGM mencatat 820 hasil riset yang telah diterapkan pada masyarakat, industri, dan pemerintah.
Bagikan
Berita terkait
Dekan FMIPA UGM Bicara Sains Berdampak dan Upaya Hilirisasi
kumparan · 22 September 2026 pukul 00.43
Genjot Bioavtur, Pertamina Siapkan Rp19,3 T Bangun Biorefinery Cilacap
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 12.43
Genjot Produksi Bioavtur, Pertamina Investasi Hingga Rp19,3 Triliun
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 11.04
Pertamina Sulap Minyak Bekas MBG Jadi Avtur
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 06.50