Genjot Bioavtur, Pertamina Siapkan Rp19,3 T Bangun Biorefinery Cilacap
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Pertamina Patra Niaga mengalokasikan investasi Rp19,3 triliun (US$1,1 miliar) untuk membangun Biorefinery Cilacap, kilang hijau pertama di Indonesia. Proyek ini bertujuan meningkatkan produksi sustainable aviation fuel (SAF) dari 27 kiloliter per hari di unit TDHT menjadi 887 kiloliter per hari, atau kenaikan 3.185 persen. Dengan luas lahan 17,5 hektare, biorefinery diproyeksikan beroperasi penuh pada 2029 setelah fase groundbreaking pada 2026 dan tahap EPC 2027. Proyek menciptakan efek berganda, menyerap 5.900 tenaga kerja dengan TKDN 30 persen, menyerap kontribusi PDB nasional Rp199 triliun, dan menekan emisi karbon 600 ribu ton CO2 per tahun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 10 September 2026 pukul 19.07
Kilang Olah Minyak Jelantah Jadi Bioavtur Mau Dibangun, Butuh Rp 19 Triliun
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 11.04
Genjot Produksi Bioavtur, Pertamina Investasi Hingga Rp19,3 Triliun
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 17.55
Pertamina Targetkan Konstruksi Kilang SAF Cilacap di 2027
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 15.15
Minyak Jelantah Program MBG Disulap Jadi Bahan Bakar Pesawat
Berita terkait
Jelantah Jadi Rupiah: Pertamina Beli Minyak Bekas Rp 5.000 per Liter
Liputan6.com · 4 September 2026 pukul 20.45
Pertamina Sulap Minyak Bekas MBG Jadi Avtur
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 06.50
Begini Cara Pertamina Kenalkan Transisi Energi Kepada Anak Muda di IdeaFest 2026
JPNN.com · 5 September 2026 pukul 19.21
Di Hadapan Generasi Muda, Pertamina Kenalkan Konsep Dual Growth Strategy
Detik.com · 5 September 2026 pukul 17.36