Sambut Muktamar ke-35 NU, Pengasuh Ponpes di Bali Dorong Kepemimpinan Visioner
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengasuh Ponpes Raudlotul Huffadz, Tabanan, Bali, Ainun Ni’am mengharapkan Muktamar ke-35 NU bukan sekadar forum pemilihan kepengurusan baru. Ia menekankan Muktamar harus merumuskan arah organisasi dan menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang kompleks. Ainun menyatakan ketua umum terpilih seharusnya produk dari proses, bukan tujuan utama. Tantangan NU kini jauh berbeda dibandingkan era berdiri pada 1926, sehingga figur pemimpin harus dipertimbangkan dari kompleksitas isu masyarakat. NU lahir dari kepedulian ulama dalam mengelola ekosistem pesantren dan telah memberikan kontribusi signifikan dalam bidang keilmuan serta nilai kemanusiaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 05.15
Catatan Diaspora untuk Muktamar Ke-35 NU
Media Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 19.17
Sidang Pleno Soal Pemilihan Ketum PBNU Deadlock
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 18.27
Gus Salam Sebut Muktamar ke-35 NU Diwarnai Dugaan Kekerasan Panitia ke Peserta
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 18.07
Muktamar ke-35 NU Tetapkan Sistem AHWA untuk Tentukan Rais Aam
Berita terkait
Sehari Jelang Muktamar ke-35 NU, Ulama Gelar Halaqah dan Soroti Kepemimpinan PBNU
JawaPos · 26 Agustus 2026 pukul 18.45
Sambut Abad ke-2 NU dengan Optimisme, Gus Hayid Luncurkan Buku 3 Jilid
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 06.35
Memperkuat AHWA, Menata Kepemimpinan NU
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 15.47
Forum Ulama Nahdliyyin Serukan Perubahan Kepemimpinan PBNU Jelang Muktamar ke-35
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 17.07