Memperkuat AHWA, Menata Kepemimpinan NU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Muktamar ke-35 NU membahas perubahan desain kepemimpinan untuk memperkuat AHWA dan mencegah dua pusat legitimasi. Sistem Ahlul Halli wal 'Aqdi (AHWA) pemilihan Rais Aam melibatkan 9 ulama yang dipilih berdasarkan kriteria ketat. Saat ini, Rais Aam dan Ketua Umum dipilih secara independen, berpotensi menimbulkan konflik. Untuk muktamar ke-35, disusun opsi: muktamirin pilih 5 calon Ketua Umum, diteruskan ke AHWA untuk dipilih dengan persetujuan Rais Aam. Alternatif lain: muktamirin pilih beberapa nama, Rais Aam pilih satu dengan persetujuan AHWA. Tujuannya, menyatukan legitimasi dan memperkuat struktur kepemimpinan ulama.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 08.45
Menjelang Muktamar Ke-35 NU, Kiai Mukti Ali Sebut Ulama yang Terlibat Konflik NU Tak Layak Jadi Anggota AHWA
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 14.43
Muktamar NU Akan Pilih 9 AHWA Lebih Dulu, Baru Tentukan Rais Aam dan Ketum
JPNN.com · 23 Agustus 2026 pukul 16.23
Forum Ulama Nahdliyyin Desak Perubahan Kepemimpinan PBNU Menjelang Muktamar ke-35
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 14.40
Pengamat: NU harus Jaga Jarak dari Kelompok Penguasa
Berita terkait
Forum Ulama Nahdliyyin Serukan Perubahan Kepemimpinan PBNU Jelang Muktamar ke-35
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 17.07
Semestinya NU Pilih Ketum Lewat AHWA, Pemilihan Langsung Berpotensi Timbulkan Friksi
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 19.19
Jelang Muktamar ke-35 NU, Ulama Nahdliyin Serukan Tolak Politik Uang dalam Pemilihan AHWA
JawaPos · 23 Agustus 2026 pukul 12.16
Jelang Muktamar Ke-35 NU, Forum Ulama Nahdliyin Serukan Tolak 'Serangan Fajar'
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 09.54