Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Riset Ensign Infosecurity: Model AI Canggih Mampu Memangkas Durasi Serangan Siber

Laporan Ensign InfoSecurity mengungkapkan bahwa model AI canggih mampu menjalankan berbagai tahapan serangan siber secara otomatis, sehingga menurunkan biaya, waktu, dan keahlian teknis yang dibutuhkan. Dari 10 model AI yang diuji, tiga model unggul yaitu GPT-5.6 Sol (OpenAI), Claude Opus 4.8 (Anthropic), dan GLM 5.2 (Z.AI), masing-masing mencapai tingkat keberhasilan tinggi pada tujuh dari delapan tujuan serangan. Model GLM 5.2 menunjukkan performa serupa dengan GPT-5.6 tetapi dengan biaya operasional hanya seperlima, menandakan tren penurunan kesenjangan kemampuan antar-model AI global.

Penelitian ini bagian dari edisi ketujuh Ensign 2026 Cyber Threat Landscape Report, yang menggabungkan data dari layanan keamanan siber, threat intelligence, dan penanganan insiden. Model AI berhasil mendapatkan akses awal di lingkungan terkontrol, namun keandalan menurun saat bergerak lebih jauh ke dalam jaringan organisasi. Setidaknya separuh dari model mengalami kesulitan mencuri kredensial dan berpindah antar-sistem, sementara tidak ada model yang berhasil menghindari deteksi EDR secara signifikan.

Di Indonesia, BSSN mencatat 5,5 miliar serangan siber pada 2025, tujuh kali lipat dibanding rata-rata 2020-2024. Kerugian akibat penipuan digital mencapai Rp7,5 triliun. Meski AI memperkuat ancaman, serangan masih mengandalkan teknik living-off-the-land. Organisasi perlu memperkuat kontrol identitas, segmentasi jaringan, dan pemantauan perilaku untuk menghambat penyebaran serangan pasca akses awal.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait