Satelit Tiongkok Yaogan-50 (02) Pecah, 43 Puing Terdeteksi di Orbit Bumi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Satelit penginderaan jauh Tiongkok Yaogan-50 (02) yang diluncurkan pada 15 Maret 2026 menggunakan roket Long March 6A mengalami fragmentasi pada September 2026. Angkatan Luar Angkasa AS mencatat 43 puing hasil pecahan satelit tersebut. Puing-puing tersebut berada pada ketinggian 600 hingga 1.100 kilometer di atas permukaan Bumi dan masih mengikuti karakteristik orbit semula, termasuk kemiringan 142 derajat yang bersifat retrograde. Satelit ini sebelumnya ditempatkan pada orbit sekitar 952 kilometer dengan misi untuk survei lahan nasional, memperkirakan hasil panen, dan mendukung mitigasi bencana.
Ketinggian puing menjadi faktor kritis dalam menentukan lama benda tersebut bertahan di orbit. Puing di bawah 600 kilometer cenderung kehilangan ketinggian lebih cepat akibat gesekan atmosfer dan dapat kembali ke atmosfer dalam beberapa tahun. Di ketinggian sekitar 800 kilometer, puing dapat bertahan selama berabad-abad, sementara di atas 1.000 kilometer, benda dapat tetap mengorbit hingga ribuan tahun. Keberadaan 43 puing ini meningkatkan risiko tabrakan dengan pesawat ruang angkasa atau objek lain di orbit, yang berpotensi menghasilkan puing baru dan memperparah masalah sampah antariksa.
Hingga kini, penyebab pasti fragmentasi Yaogan-50 (02) belum diketahui. Beberapa kemungkinan yang diusulkan termasuk kegagalan sistem propulsi, masalah baterai, atau tabrakan dengan objek lain di orbit. Yaogan-50 adalah bagian dari seri satelit penginderaan jauh yang dikembangkan Tiongkok untuk berbagai aplikasi civil dan militer.
Bagikan
Berita terkait
Kemampuan Cicak Menginspirasi Teknologi Satelit untuk Tangkap Sampah Antariksa
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 22.10
AS Akui Punya Senjata di Luar Angkasa, Untuk Hadang Rusia-China?
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 15.42
China Sangkal Pasok Citra Satelit ke Iran untuk Bombardir Pangkalan AS di Yordania
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 09.07
Titik Panas Bukan Akhir, Begini Tantangan Membaca Dampak Karhutla
JawaPos · 14 September 2026 pukul 22.47