Sayap Garuda di Pulau Dewata: SRAK Perkuat Konservasi Elang Jawa Lintas Wilayah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) terbukti ada di Bali sejak 1994, dengan dokumentasi foto pada 2014 di Gunung Sega dan 2016 di Kebun Raya Bedugul. Penemuan ini memperluas habitat menjadi 88 titik di Indonesia. SRAK Elang Jawa 2026-2036 dibangun melalui konsultasi publik di tiga wilayah, termasuk Bali pada Agustus 2026. Teknologi satelit dipakai pantau pergerakan elang, terutama di Jawa Timur yang menjadi sumber anakan. Populasi Jawa Tengah (Gunung Muria) direncanakan direplikasi ke titik lain dengan metode point count. Ancaman utama: fragmentasi lahan, alih fungsi hutan, pembangunan infrastruktur, dan perburuan ilegal dengan nilai Rp 1-5 juta per ekor.
Bagikan
Berita terkait
Jadi Kado Spesial di Bulan Kemerdekaan, Enak Elang Jawa yang Lahir di TSI Bogor Diberinama Garuda
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 08.00
BKSDA Bali Evakuasi Satwa Langka Monyet Ekor Panjang dan Elang Ular Bido
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 19.52
Malapetaka Karhutla di Pulau Paru-paru Dunia
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 19.07
Halimun Salak, Rumah Macan Tutul dan Penyangga Energi
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 18.37