Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

SBY Ungkap Pelajaran dari Perdamaian Aceh: Dialog Bukan Tanda Kelemahan

Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan pengalamannya dalam menyelesaikan konflik bersenjata di Aceh saat menjadi keynote speaker pada The 5th Biennial International Conference on International Relations (ICON-IR) yang diselenggarakan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) pada Kamis (20/8/2026). SBY menyampaikan pesan ini melalui video karena sedang menjalani pemeriksaan kesehatan di Amerika Serikat. Ia mengingatkan bahwa saat dilantik pada 2004, konflik di Aceh telah berlangsung puluhan tahun dan berbagai upaya sebelumnya gagal. Situasi semakin rumit ketika bencana tsunami melanda, sehingga pemerintah harus mengatasi pembangunan kembali wilayah dan akhir konflik sekaligus.

SBY menekankan bahwa pemerintah memilih jalan dialog dengan tetap berkomitmen pada kedaulatan dan integritas wilayah Indonesia. Upaya ini berakhir dengan ditandatanganinya Perjanjian Damai Helsinki pada 15 Agustus 2005, yang membuka jalan untuk proses perlucutan senjata, partisipasi politik, reintegrasi, rekonstruksi, dan hubungan baru antara Aceh dan pusat. Menurutnya, perdamaian dapat dicapai ketika pihak yang bersengketa mempertahankan kepentingan sah dan memahami kekhawatiran lawan. SBY juga menegaskan bahwa prinsip ini relevan dalam hubungan internasional, dan dialog tidak harus dianggap sebagai tanda kelemahan.

SBY menambahkan bahwa diplomasi harus dilakukan sebelum terjadi kehancuran, bukan setelahnya. Ia menegaskan bahwa perdamaian tidak memerlukan pengabaian sejarah, tetapi upaya untuk mencegah sejarah tidak memenjarakan masa depan secara permanen.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait