Ricuh Bendera Bulan Bintang, Pemerintah Diminta Kedepankan Dialog Ketimbang Keamanan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kehadiran pejabat dan pengibaran bendera Bulan Bintang di Aceh pada peringatan Hari Damai Aceh 2026 menyebabkan kericuhan di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Massa yang ingin memasang bendera dilarang oleh aparat TNI, memuncak dengan tembakan peringatan dan bentrokan. Pakar militer Beni Sukadis mengklasifikasikan kejadian sebagai "alarm politik" atas kekecewaan masyarakat pasca-bencana besar akhir 2025 yang menewaskan ratusan orang dan merusak infrastruktur. Ia menyerapkan pemerintah menghindari respons keamanan berlebihan dan membuka dialog untuk menjawab kekhawatiran ekonomi serta pemulihan pasca-bencana. Sementara itu, petani di Pidie mengalami penurunan harga gabah kering dari Rp9.300 menjadi Rp7.800 per kg, diduga disebabkan permainan harga oleh tengkulak. Kementerian memastikan kondisi keamanan kembali kondusif dengan dukungan TNI dan Polri.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 02.02
Kericuhan Seusai Pengibaran Bendera Bulan Bintang saat Hari Damai Aceh DIusut Polisi
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 19.04
Hari Damai Aceh Ricuh, Kapolri Pastikan Situasi Terkendali
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.30
KSP Dudung Buka Suara soal Insiden Ricuh di Aceh
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 20.44
Aceh Minta Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Kemendagri
Berita terkait
Prajurit TNI Turunkan Bendera Bulan Bintang usai Peristiwa Kericuhan di Masjid Raya Baiturrahman
JawaPos · 16 Agustus 2026 pukul 19.46
Dialog Bukan Peluru: Hasto PDIP Tegaskan Jalan Damai untuk Aceh
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 07.10
Anak Buah Prabowo Tegaskan Rakyat Aceh Itu NKRI, yang Ricuh Hanya...
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 06.25
Kapolri Tegaskan Situasi Aceh Sudah Kondusif Pasca Ricuh di Hari Damai
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 18.05