SDA Melimpah, DBS Indonesia Ungkap Peluang Pengembangan EV di RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktur DBS Indonesia, Antonius Sehonamin, menyatakan elektrifikasi kendaraan (EV) menjadi tren utama industri otomotif Indonesia. Indonesia memiliki keunggulan sumber daya nikel dan tembaga di sektor hulu yang menjadi modal penting hilirisasi industri otomotif. Ia menekankan ekosistem harus mencakup rantai nilai end-to-end mulai manufaktur canggih, baterai, penyimpanan energi, hingga daur ulang. Tiga faktor kunci: investasi, kapabilitas, pengembangan ekosistem. DBS ingin menjadi banking partner pemain industri otomotif dengan solusi perbankan komprehensif dan konektivitas regional untuk transaksi lintas negara. Ello Hanson, Executive Director DBS, sekaligus menyatakan pembiayaan fokus pada komponen mobil yang relevan baik ICE maupun EV seperti ban, AC, audio, dan braking system.
Bagikan
Berita terkait
Vale Optimistis Prospek Permintaan Nikel Masih Positif, Ini Alasannya
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 16.45
Larangan Ekspor Tembaga & Bauksit Mentah Tetap Berlaku!
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 20.45
Tertarik Beli Mobil Listrik? Hal Ini Harus Jadi Perhatian Konsumen
CNBC Indonesia · 24 Juli 2026 pukul 14.30
Penjualan EV RI Diproyeksi Bisa Lampaui Mobil Konvensional
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 16.21