Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

SEAPPI Rilis White Paper untuk Menutup Kesenjangan Kapabilitas AI di Indonesia

Southeast Asia Public Policy Institute (SEAPPI) merilis white paper bertajuk "Closing the AI Capability Gap in Indonesia" dalam kolaborasi dengan OpenAI dan Vriens & Partners. Laporan ini mengkaji strategi Indonesia untuk memanfaatkan adopsi AI yang tinggi guna meningkatkan produktivitas nasional. Fokus utamanya adalah menutup "kesenjangan kapabilitas AI" antara potensi sistem AI canggih dan pemanfaatan nyata di kalangan pengguna dan organisasi Indonesia. Berdasarkan data penggunaan ChatGPT dan riset eksternal, white paper mengidentifikasi dua peluang utama: memperluas akses perangkat AI di tingkat institusi dan meningkatkan keahlian pengguna untuk tugas kompleks. Meskipun adopsi AI di Indonesia mencapai 92 persen, distribusi penggunaan masih terkonsentrasi pada kelompok kecil, sehingga perlu dilakukan upaya untuk membuat kemampuan tersebut lebih inklusif.

White paper merekomendasikan empat sektor sebagai titik awal perluasan AI: sektor yang belum disebut secara eksplisit dalam teks. Menurut Executive Director SEAPPI, Ed Ratcliffe, Indonesia sudah memiliki fondasi kuat dalam adopsi AI, namun tantangan berikutnya adalah mendorong penggunaan untuk pekerjaan yang lebih kompleks melalui keterampilan praktis, panduan regulasi yang jelas, dan koordinasi lintas instansi pemerintah. Sandy Kunvatanagarn, Head of Policy Southeast Asia di OpenAI, menekankan pentingnya membuat kemampuan AI yang ada dapat diakses oleh lebih banyak orang dan organisasi di Indonesia.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, menyatakan bahwa white paper ini menjadi rujukan penting bagi pemerintah. Ia menekankan tiga prioritas nasional terkait AI: penguatan kapabilitas komputasi, transfer teknologi, dan akses investasi. Visi Indonesia adalah memperkuat posisinya sebagai pusat aplikasi AI di ASEAN, dengan harapan pemanfaatan AI dapat meningkatkan kecerdasan kolektif, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait