Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Sebaran Abu Gunung Anak Krakatau Menjauh, Wilayah Jabodetabek dan Banten Kondusif

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sebaran abu vulkanik pascaerupsi Gunung Anak Krakatau saat ini cenderung bergerak ke arah Laut Hindia, menjauhi wilayah padat penduduk seperti Lampung, Banten, Jawa Barat, hingga DKI Jakarta. Hal ini disebabkan oleh arah angin yang bertiup ke barat dengan kecepatan hingga 15 knot di sekitar kawah. Akiburnya, wilayah tersebut dinilai lebih kondusif dari paparan abu vulkanik. Meski demikian, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga), dan masyarakat dilarang keras masuk ke dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Untuk mengurangi dampak polutan, BNPB telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama dua hari terakhir, termasuk penyemaian awan dan penyemprotan air (water mist) untuk menangkap partikel polutan di udara. Kabar baik dari situasi ini adalah delapan bandara yang sebelumnya ditutup kini telah kembali beroperasi normal. BNPB juga mengajukan penambahan Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp5,6 triliun kepada Kementerian Keuangan untuk mitigasi bencana. Hingga kini, pemerintah telah menyalurkan 2.165 ton bantuan kepada korban gempabumi Nusa Tenggara Timur (NTT), dan 240 ribu masker telah diterima dari pihak swasta untuk pendukung penanganan bencana. BNPB mencatat 51.591 rumah pascagempa di NTT telah diverifikasi, dan hingga 7 September 2026, tercatat 1.730 bencana alam yang menyebabkan 111 ribu rumah rusak. Pagu anggaran BNPB untuk tahun 2027 telah disetujui sebesar Rp1,12 triliun. BNPB bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau dan arah angin secara berkala untuk memastikan keselamatan masyarakat.

Peristiwa ini diliput 4 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait