Sejarah KRI Ki Hajar Dewantara, Pernah Ikut Operasi Aru Jaya di Timtim
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden RI Prabowo Subianto mengirimkan surat ke DPR RI pada 14 Juli 2025 terkait usulan penjualan KRI Ki Hajar Dewantara, sebuah kapal perang klasik buatan Yugoslavia yang telah bertugas sejak 1981. Surat ini diterima dan dibacakan dalam Rapat Paripurna DPR ke-2 masa sidang I 2026-2027 oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco. KRI Ki Hajar Dewantara berjenis perusak ringan dengan bobot 1.850 ton dan dilengkapi persenjataan seperti rudal Exocet MM 38, rudal Mistral, torpedo, bom laut, meriam kaliber 57 mm, dan meriam penangkis serangan udara kaliber 20 mm. Kapal ini juga pernah terlibat dalam Operasi Aru Jaya pada 1992 di perairan Timor Timur untuk mencegat kapal ilegal yang membawa aktivis dan wartawan internasional. Selain itu, kapal ini juga pernah melaksanakan operasi pengamanan laut di wilayah Papua dan Papua Barat pada 2016 guna mengawasi teritorial Indonesia dari pencurian ikan dan penyalahgunaan izin berlayar asing.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 14.25
Komisi I Perlu Pembahasan Mendalam soal Usulan KRI Ki Hajar Dewantara Dijual
- kri ki hajar dewantara
- penjualan kapal milik negara
- operasi aru jaya
- tni angkatan laut
- sejarah kapal perang
Berita terkait
Anggota Komisi I soal Penjualan KRI Ki Hajar Dewantara: Peremajaan Alutsista
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 10.23
Kodaeral I Tanam Kedelai untuk Perkuat Ketahanan Pangan di Deli Serdang
kumparan · 30 September 2026 pukul 18.15
Qodari: KRI Sriwijaya-100 Tak Hanya untuk Pertahanan, Tapi Juga Tangani Bencana
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 06.56
Resmikan KRI Sriwijaya-100, Panglima TNI: Perkuat Pertahanan Maritim
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 18.07