Komisi I Perlu Pembahasan Mendalam soal Usulan KRI Ki Hajar Dewantara Dijual
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menyatakan bahwa pihaknya masih membutuhkan pembahasan mendalam sebelum mengambil sikap terkait usulan pemerintah untuk menjual kapal eks KRI Ki Hajar Dewantara. Menurut Dave, Komisi I perlu memahami dasar hukum, kondisi teknis, status kapal, serta nilai aset dan kebutuhan pertahanan sebelum memberikan persetujuan. Pembahasan juga akan mempertimbangkan nilai sejarah kapal yang pernah digunakan untuk pendidikan dan pembentukan personel TNI Angkatan Laut.
Presiden Prabowo Subianto telah menyerahkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR, salah satunya berkaitan dengan penjualan satu unit kapal eks KRI Ki Hajar Dewantara. Kapal ini resmi bertugas di TNI Angkatan Laut sejak 1981 sebagai kapal perusak dengan peluru kendali dan dilengkapi dek pendaratan helikopter. Selain sebagai kapal penghancur, kapal ini juga berperan sebagai kapal latihan.
Saat ini, KRI Ki Hajar Dewantara berada di bawah komando Koarmada II TNI AL. Namun, karena usia yang sudah tua dan penurunan performa mesin, kapal ini masuk masa pensiun pada 2019. Dave menekankan bahwa jika memang kapal sudah tidak lagi dibutuhkan secara operasional, proses pemindahtanganan harus dilakukan secara tertib, transparan, dan akuntabel demi memberikan manfaat optimal bagi negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 14.03
Eks KRI Ki Hajar Dewantara Diusulkan Dijual, Waka Komisi I DPR Beri Catatan
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 14.00
Sejarah KRI Ki Hajar Dewantara, Pernah Ikut Operasi Aru Jaya di Timtim
ANTARA News · 18 Agustus 2026 pukul 15.16
DPR tindak lanjuti surpres soal penjualan KRI Ki Hajar Dewantara
Berita terkait
Profil KRI Ki Hajar Dewantara yang Diusulkan untuk Dijual
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 12.54
Kapal Perang KRI Ki Hajar Dewantara Milik TNI AL Dijual, Alasannya karena Usianya sudah Uzur
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 15.46
Prof Didin: Koperasi Desa Merah Putih Perlu Ditopang Tata Kelola dan Strategi Jangka Panjang
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 09.00
'80-90% Menteri Tidak Loyal pada Presiden Prabowo'
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 08.20