Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Sekolah di Kalsel Diminta Terapkan Protokol Kesehatan Antisipasi Dampak Karhutla dan Kabut Asap

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan masih berlangsung dan menyebabkan kabut asap yang menurunkan kualitas udara. Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel menerbitkan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2026 yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan, Abdul Rahim, pada 18 Agustus 2026, untuk menghimbau seluruh sekolah menerapkan protokol kesehatan ketat. Aktivitas pembelajaran harus disesuaikan dengan kondisi kabut asap, termasuk penggunaan masker, pembatasan aktivitas di luar ruangan seperti olahraga dan upacara, serta kemungkinan penerapan sekolah jarak jauh (daring) bila kondisi semakin parah.

Pada Rabu 19 Agustus 2026, Indeks Kualitas Udara (IKU) berdasarkan partikulat PM2,5 di Kota Banjarbaru mencapai 420, masuk kategori berbahaya. Beberapa daerah seperti Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Hulu Sungaj Selatan menjadi wilayah paling parah terdampak karhutla. Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Diauddin, memastikan peningkatan kasus ISPA dan pneumonia akibat polusi udara, sekaligus mengimbau warga termasuk sekolah dan pondok pesantren untuk tetap menggunakan masker. BPBD Kota Banjarbaru juga turun tangan mendistribusikan ribuan masker ke warga di kawasan terdampak seperti Landasan Ulin.

Pemerintah melalui Mensegen Prasetyo Hadi mengkoordinasikan upaya pemadaman karhutla di Kalimantan dan Jawa Timur. Organisasi Pantau Gambut mencatat 9.853 titik panas di wilayah Kalimantan dari Januari hingga April 2026, sementara BMKG memperingatkan warga tentang risiko ISPA akibat musim kemarau yang kering. Kabut asap juga sempat mengganggu operasional Bandara Syamsudin Noor dan berdampak pada kualitas udara di Pekanbaru, Palembang, dan sejumlah wilayah Malaysia seperti Serian.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait