Selama Trump & Netanyahu Masih Berkuasa, Iran tidak Akan Membuka Kembali Selat Hormuz
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penasihat politik Pemimpin Tertinggi Iran, Mohammad Baqer Zolqadr, menyatakan bahwa Iran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu masih berkuasa. Ia menyebut Trump dan Netanyahu sebagai figur yang harus diturunkan dari kekuasaan sebelum aksi pembalasan Iran dilakukan. Konflik Iran-AS-Israel mulai setelah serangan pada 28 Februari, diikuti serangan balasan Iran pada awal Maret. Pada Juni, kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman penghentian permusuhan, namun kesepakatan tersebut tidak bertahan lama. Saat ini, konflik belum selesai dan tidak ada pertempuran aktif, sementara AS mengandalkan tekanan ekonomi. Eskalasi konflik hampir sepenuhnya menghentikan pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur penting untuk pasokan minyak global. Akibatnya, harga bahan bakar naik di sebagian besar negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 18 September 2026 pukul 08.30
Turun Lagi! Harga Minyak Dunia Tertekan Konflik dan Langkah Arab Saudi
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 11.43
Trump Klaim Iran Ajak Negosiasi Langsung, Sinyal Perang Segera Berakhir
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 14.52
AS Blokade Pelabuhan Iran, 103 Kapal Komersial Dipaksa Ubah Haluan
Detik.com · 18 September 2026 pukul 12.11
Memanas Lagi! Iran Serang Kapal Tanker di Selat Hormuz
Berita terkait
Trump Emosi, Ancam Bom Negara Arab Kaya Ini Gegara Selat Hormuz-Iran
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 06.10
Trump Ultimatum Iran: Damai atau 'Penyerahan Total'
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 17.16
Trump: Iran Punya Kesempatan Terakhir untuk Deal atau Dipenggal Kepalanya!
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 09.30
Trump Ungkap Tawaran dari Iran: Mereka Ingin Buat Kesepakatan
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 15.57