Trump: Iran Punya Kesempatan Terakhir untuk Deal atau Dipenggal Kepalanya!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Republik Islam Iran memiliki kesempatan terakhir untuk mencapai kesepakatan damai sebelum "kepalanya dipenggal", sebuah ancaman yang mengisyaratkan kemungkinan penggulingan rezim Iran. Trump menyampaikan pernyataan ini di Gedung Putih, sementara Kementerian Luar Negeri Iran membantah adanya negosiasi aktif dengan Washington. Trump bersikeras bahwa perundingan sedang berlangsung dan menyebutkan dukungan dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar untuk melanjutkan diplomasi. Isi perundingan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan denuklirisasi program nuklir Iran. Konflik antara AS dan Iran telah berlangsung sejak serangan mendadak pada 28 Februari, yang melibatkan AS dan Israel. Selama lebih dari lima bulan, Iran berhasil mempertahankan kemampuan meluncurkan rudal dan drone serta menyimpan bahan uranium yang diperkaya. Pada hari Senin, UKMTO melaporkan kapal kargo mengalami serangan proyektil di Selat Hormuz dekat Oman.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 17.16
Trump Ultimatum Iran: Damai atau 'Penyerahan Total'
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 17.32
Trump Yakin Bisa Segera Berdamai dengan Iran
ANTARA News · 5 Agustus 2026 pukul 12.30
Trump sebut Selat Hormuz segera dibuka dan ancam Iran jika gagal
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 11.17
Trump Ancam Serang Iran Besar-besaran Jika Hormuz Tak Dibuka Segera
Berita terkait
Sesumbar Trump Dibalas Ejekan Iran 'Sembunyi di Truk Makanan'
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 05.27
Iran Ungkap 3 Pilot yang Hilang Ditahan Qatar
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.30
Klaim Kuasai Selat Hormuz, Trump Dinilai 'Babak Belur' Perang Lawan Iran
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 07.34
Iran Sebut Trump Delusi karena Ingin Deklarasikan Selat Hormuz Wilayah AS
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.29