Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Sempat Ambruk Usai Perang Iran, Emas Mendadak Rebound ke USD4.400

Pasar emas global pulih tajam setelah sempat terjual kuat akibat konflik militer AS-Israel melawan Iran. Pada pertengahan Agustus 2026, harga emas naik hingga 9% hingga kisaran USD4.400 per troy ons, menandakan kembalinya minat investor institusional dan bank sentral sebagai safe-haven. Penurunan harga minyak global dan pelonggaran inflasi AS mendukung ekspektasi penurunan suku bunga, mendorong aliran kembali ke aset tersebut.

Sebelumnya, harga emas pernah mencapai rekor tertinggi USD5.595 per troy ons pada Januari 2026, lalu jatuh di bawah USD4.000 pada Juni 2026 akibat penjualan likuiditas dan penarikan cadangan oleh sejumlah bank sentral untuk menstabilkan ekonomi domestik. Analis Ross Norman menyatakan bahwa pasar telah melewati fase guncangan awal konflik, sementara analis HSBC James Steel melaporkan aktivitas pembentukan kembali posisi yang meningkat dari bank sentral dan dana kekayaan negara.

Di Asia, termasuk Tiongkok, premi emas fisik kembali positif hingga USD1,50 per ons, mencerminkan permintaan yang kuat. Namun, beberapa analis menyoroti risiko koreksi jika harga mendekat zona overbought pada indikator RSI. Rata-rata pergerakan 200 hari di sekitar USD4.504 per troy ons diproyeksikan menjadi titik resistensi krusial bagi kemajuan lebih lanjut harga emas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait