Senjata AS Disebut "Sakaratul Maut", Trump dan Pentagon Pasang Kuda-Kuda
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pejabat Gedung Putih dan Pentagon membantah laporan kekurangan senjata kritis pasca lima bulan konflik dengan Iran. Presiden Donald Trump menyalahkan administrasi Biden atas pengiriman amunisi Patriot gratis ke Ukraina dan Eropa, mengklaim persediaan AS tetap paling besar di dunia. Juru bicara Pentagon Sean Parnell menegaskan militer AS memiliki kemampuan mendalam untuk melaksanakan misi kapan saja.
Namun, laporan CNN dan analisis CSIS (27 Juli) menunjukkan realitas berbeda: 80% pencegat THAAD dan separuh Patriot telah habis, menyisakan hanya sepertiga rudal Patriot dan setengah THAAD. CSIS memproyeksikan pemulihan butuh minimal tiga tahun. Rudal ofensif jarak jauh ATACMS dan PrSM (harga ~US$1 juta/unit) juga hampir habis. Administrasi Trump meminta anggaran pertahanan US$95 miliar untuk TA 2027 plus US$21 miliar tambahan untuk pengisian ulang.
Ketua Staf Gabungan Dan Caine dilaporkan mengungkapkan kekhawatiran di ruang tertutup, memengaruhi keputusan Trump mundur dari eskalasi akhir Juli setelah MoU dengan Iran gagal. Penasihat CSIS Mark Cancian memperingati kekurangan ATACMS/PrSM memaksa penggunaan JASSM/Tomahawk atau serangan jarak dekat yang lebih berisiko. Krisis pencegat udara lebih serius karena tak ada pengganti setara, terbukti saat rudal Iran menembus pertahanan di Yordania (17 Juli) menewaskan tiga tentara AS. Setiap rudal yang terpakai mengurangi ketersediaan untuk deterrence terhadap China, membuat staf gabungan "sangat gugup".
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 21.22
Jalan Keluar Perang Iran Masih Terbatas, Apakah Para Jenderal AS Pilih Menyerah?
Detik.com · 8 Agustus 2026 pukul 13.53
Jenderal Top AS Diam-diam Cari Cara untuk Akhiri Perang Iran
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 17.53
Trump Yakin Perang Lawan Iran Akan Segera Berakhir
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 13.49
Dilema Trump Melawan Iran: Terjebak dalam Perang Tanpa Jalan Keluar yang Jelas
Berita terkait
Perang Lawan Iran, Trump Tunjuk Para Jenderal Duduki 7 Posisi Penting Militer AS, Ini Daftarnya
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 10.38
Sesumbar Trump Dibalas Ejekan Iran 'Sembunyi di Truk Makanan'
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 05.27
Klaim Kuasai Selat Hormuz, Trump Dinilai 'Babak Belur' Perang Lawan Iran
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 07.34
Iran Sebut Trump Delusi karena Ingin Deklarasikan Selat Hormuz Wilayah AS
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.29