Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Serangan Houthi ke Saudi Picu Eskalasi Regional, Harga Minyak Dunia Melonjak

Kelompok Houthi yang didukung Iran meluncurkan serangan besar-besaran ke wilayah barat daya Arab Saudi pada Selasa (8/9) dini hari, menargetkan infrastruktur minyak dan fasilitas sipil. Serangan ini menyebabkan kebakaran di beberapa fasilitas di wilayah selatan dan memaksa penghentian sementara sejumlah operasional. Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi melaporkan sedikitnya 73 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, terluka akibat serangan tersebut. Mayor Jenderal Turki Al-Maliki menyebut serangan yang menyasar kota Abna, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran ini sebagai tindakan yang berbahaya dan tidak masuk akal.

Dampaknya langsung terasa di pasar global. Harga minyak mentah Brent melonjak di atas US$100 per barel pada Rabu (9/9), level tertinggi sejak Juli lalu. Para pelaku pasar khawatir serangan ini akan mengganggu ekspor minyak mentah Arab Saudi melalui Laut Merah. Saat ini, Riyadh telah mengalihkan sebagian besar pengiriman minyaknya melalui pelabuhan Yanbu di Laut Merah karena penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran.

Pihak militer Houthi menyatakan bahwa serangan menggunakan puluhan rudal balistik dan pesawat tak berawak (drone) tersebut merupakan respons atas lebih dari 100 serangan udara Saudi di Yaman dalam tiga hari terakhir. Mereka menegaskan akan terus menerapkan prinsip pengepungan dibalas pengepungan hingga blokade ekonomi terhadap wilayah mereka dicabut. Arab Saudi menegaskan hak kedaulatannya untuk mengambil tindakan balasan dan sedang merencanakan serangan balasan bersama dengan Komando Pusat AS (Centcom) serta mitra di Eropa. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa Washington memantau situasi dengan sangat ketat dan mendukung hak Arab Saudi untuk mempertahankan diri.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait