Serangan Houthi lukai 73 warga sipil di Arab Saudi bagian selatan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
Serangan kelompok Houthi dari Yaman menyasar kota-kota di Arab Saudi bagian selatan, melukai 73 warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak. Serangan ini dilakukan pada Selasa dan menargetkan fasilitas sipil serta komersial di kota Abha, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran. Juru bicara koalisi militer pimpinan Saudi, Mayjen Turki al-Maliki, menyebut serangan tersebut sebagai eskalasi berbahaya dan pelanggaran terhadap kedaulatan Arab Saudi. Ia menuduh Houthi melakukan tindakan ekstremis yang mengancam perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut.
Koalisi militer menyatakan akan mengambil langkah operasional untuk mencegah serangan dan melindungi warga Saudi, termasuk menetralisir sumber ancaman. Militer Yaman juga menyatakan dukungan penuh untuk hak Arab Saudi mengamankan stabilitas dan kedaulatannya.
Serangan ini terjadi saat pasukan pemerintah Yaman melaporkan kemajuan militer di empat front: Al-Jawf, Al-Bayda, Taiz, dan Al-Hudaydah. Konflik ini memicu kekhawatiran kembalinya perang berskala penuh setelah periode relatif tenang sejak April 2022. Yaman telah mengalami hampir 12 tahun perang sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa pada 2014. Houthi juga meningkatkan ketegangan dengan menargetkan kapal komersial di Laut Merah, mendorong Arab Saudi membentuk aliansi maritim internasional pada Juli.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 17.42
73 Warga Sipil jadi Korban Serangan Houthi di Arab Saudi Selatan
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 16.48
Antek Iran Serang Sejumlah Kota Arab Saudi, Perempuan & Anak Kecil Jadi Korban
Detik.com · 8 September 2026 pukul 11.43
Panas! Houthi Gempur Arab Saudi, 73 Orang Luka-luka
Berita terkait
AS Setujui Penjualan Bom dan Peralatan Militer Rp 88 T ke Arab Saudi
Detik.com · 5 September 2026 pukul 12.41
Laut Merah Membara! Houthi Lempar Hujan Rudal ke Kapal Militer Saudi
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 19.00
Ini Gambaran Kekuatan Militer Aliansi Mekkah, Punya 1,4 Juta Prajurit dan 3.400 Pesawat
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 15.26
1 Hari Setelah Aliansi Mekkah Dibentuk, Houthi Terus Bombardir Saudi
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 21.30