Serikat Pekerja Desak Pemerintah Evaluasi Sistem Desil
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Aspirasi) mendesak pemerintah untuk mengevaluasi kembali sistem penetapan desil penerima manfaat bantuan sosial. Menurut Presiden Aspirasi Mirah Sumirat, banyak pekerja yang mengalami beban hidup meningkat justru mendapati posisinya dinaikkan dalam sistem desil, sehingga berisiko kehilangan akses bantuan sosial. Hal ini dinilai tidak mencerminkan kondisi nyata masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Mirah menekankan bahwa penetapan desil tidak boleh hanya dilakukan secara administratif tanpa mempertimbangkan fakta di lapangan. Ia mempertanyakan klasifikasi masyarakat yang kehidupannya semakin sulit dikategorikan sebagai kelompok ekonomi yang lebih mampu. Menurutnya, kemampuan ekonomi seseorang tidak hanya bisa diukur dari harta yang dimiliki, tetapi juga dari besarnya beban tanggungan kehidupan sehari-hari. Contohnya, seorang buruh bergaji tetap yang mengalami tekanan ekonomi akibat kenaikan biaya kontrakan, transportasi, dan kebutuhan keluarga lainnya seharusya tidak dikategorikan sebagai kelompok yang mampu. Sistem ini perlu diperbaiki agar tidak menyalahkan masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 15.46
ASPIRASI Desak Pemerintah Evaluasi Total Sistem Desil Kesejahterahan
Berita terkait
Setuju Pertalite Dibatasi, tapi Ekonom Ragukan Sistem Desil: Bikin Daya Beli Anjlok!
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 17.32
Cegah Rakyat Kehilangan Bansos Gegara Status Desil, Ini 7 Tuntutan Aspirasi
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 17.30
Andre Rosiade Serahkan Ambulans untuk Warga Nagari Kubang
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 17.18
Sistem Desil Dasar Penerima Bansos, Serikat Pekerja Ragukan Cerminan Kondisi Rill
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 16.59