Cegah Rakyat Kehilangan Bansos Gegara Status Desil, Ini 7 Tuntutan Aspirasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Aspirasi) menyoroti fenomena 'exclusion error', yaitu masyarakat yang kehilangan bantuan sosial karena status desilnya berubah. Presiden Aspirasi Mirah Sumirat menekankan agar label desil tidak digunakan jika tidak mencerminkan kondisi hidup nyata. Ia menyatakan tidak ingin spekulasi jumlah kasus tanpa pendataan menyeluruh, namun menilai keluhan masyarakat yang kehilangan bansos akibat pemutakhiran data sebagai persoalan serius. 'Jika data berubah tetapi kondisi kehidupan tidak berubah, periksa datanya, bukan rakyatnya,' ujarnya. Aspirasi menuntut penghentian dan evaluasi total penggunaan desil sebagai pendekatan utama penentuan kemampuan ekonomi. Mereka meminta penggunaan pendekatan yang lebih transparan dan mencerminkan kondisi riil masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 18.54
Desil Berubah, Ini Penjelasan Dinsos Majalengka
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 16.59
Sistem Desil Dasar Penerima Bansos, Serikat Pekerja Ragukan Cerminan Kondisi Rill
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 15.46
ASPIRASI Desak Pemerintah Evaluasi Total Sistem Desil Kesejahterahan
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 11.03
Tukang Becak Malioboro Tiba-tiba dari Desil 1 Jadi 9, Anak Terancam Putus Kuliah
Berita terkait
Dinsos Godok Formula Agar Warga Jogja Tak Kehilangan Hak Meski Desil Berubah
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 17.45
Mengenal Desil 1-10 dalam Menentukan Sasaran Program Perlindungan Sosial
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 07.01
BPS: Desil Bukan Ukuran Tunggal Kondisi Ekonomi Keluarga
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 17.30
Data Desil Bansos Tak Sesuai? Warga Semarang Bisa Ajukan Perubahan Tiap Bulan
JPNN.com · 23 Agustus 2026 pukul 11.43