ASPIRASI Desak Pemerintah Evaluasi Total Sistem Desil Kesejahterahan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) meminta pemerintah menghentikan sistem penetapan desil sebagai dasar penerima bantuan sosial. Presiden ASPIRASI, Mirah Sumirat, menyoroti bahwa label desil tidak mencerminkan kondisi sebenarnya masyarakat yang membutuhkan. Ia meminta data penyajian yang lebih transparan, termasuk angka pendapatan, beban tanggungan, pengeluaran, biaya hidup, serta kondisi pekerjaan dan kesejahteraan warga. ASPIRASI juga menyoroti masalah 'exclusion error' yang menyebabkan masyarakat yang membutuhkan perlindungan sosial terpinggirkan dari daftar penerima manfaat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 15.45
Walkot Bandung Ungkap Kelompok Warga Paling Rentan Kehilangan Bansos
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 17.02
Serikat Pekerja Desak Pemerintah Evaluasi Sistem Desil
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 16.34
Potret Pekerja, Kondisi Ekonomi Tak Berubah tapi Desil Naik
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 14.30
BPS Jelaskan soal Desil dalam DTSEN
Berita terkait
Celios: Pengukuran Ekonomi Melalui Desil Berpotensi Perlebar Ketimpangan
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 16.47
Ekonom UGM: Desil 9 dan 10 Tak Selalu Cerminkan itu Orang Kaya
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 17.38
FOTO: Bukan Sultan, Ini Arti Sebenarnya Desil 9 dan 10
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 22.45
Respons Airlangga soal Polemik Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi Warga
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.52