Sering Makan Bagian Gosong? Ini Bahayanya bagi Kesehatan dan Cara Menguranginya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Makanan yang gosong akibat pemasakan dengan suhu tinggi atau waktu lama dapat mengandung akrilamida dan hidrokarbon polisiklik aromatik (HPA), yang berpotensi karsinogenik. Senyawa-senyawa ini terbentuk ketika karbohidrat dan protein terpapar panas berlebihan, seperti pada sate, ikan bakar, atau roti panggang yang bagiannya hitam. Konsumsi rutin makanan gosong dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker dan penyakit kronis lainnya.
Selain risiko kanker, makanan gosong juga lebih sulit dicerna dan dapat merusak nutrisi seperti vitamin, protein, dan lemak. Hal ini berpotensi memicu mual, nyeri perut, atau ketidaknyamanan pada orang dengan lambung sensitif.
Untuk mengurangi risiko, disarankan memasak dengan suhu sedang dan waktu yang cukup, memotong bagian gosong, serta membatasi konsumsi hingga satu hingga dua porsi per minggu. Imbangan dengan sayur dan buah juga dianjurkan agar gizi tetap terjaga.
Bagikan
Berita terkait
Hipertensi Kerap tak Bergejala, Pemantauan Rutin Jadi Kunci Cegah Komplikasi Jantung
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 16.28
Tingkatkan Kebutuhan Cairan Tubuh dengan Mengonsumsi 16 Makanan Ini
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 05.59
Mendorong Industri Asuransi Perkuat Underwriting Berbasis Data Hadapi Kompleksitas Risiko Kesehatan
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 23.47
3 Perubahan Kecil Ini Dapat Menurunkan Risiko Serangan Jantung
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 22.34