Sesama Sekutu NATO tapi Musuhan, Kanada Akui Sudah Bersiap Jika Diinvasi AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kanada dan Amerika Serikat (AS) yang selama ini merupakan sekutu dalam NATO kini menunjukkan ketegangan yang semakin membesar. Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengakui bahwa pemerintahannya telah mempersiapkan kontingensi dalam hal terjadi invasi militer dari AS, meskipun Presiden AS Donald Trump menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer melawan Kanada. Carney menyebutkan bahwa pemerintahnya telah mengkaji kemungkinan skenario serangan militer Washington secara cermat. Ia menggambarkan kemungkinan ini sebagai 'risiko ekstrem yang jarang terjadi'—peristiwa dengan peluang kecil namun cukup serius untuk memerlukan perencanaan. 'Itu hanyalah manajemen risiko,' ujarnya. 'Merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab jika tidak melakukan persiapan.' Carney menolak membahas rincian persiapan militer Kanada. Ketegangan ini muncul setelah beberapa sikap proteksionis AS terhadap kebijakan dagang dan energi Kanada, termasuk ancaman pemutusan pasokan listrik ke AS yang sebelumnya dilaporkan.
Bagikan
Berita terkait
Tolak Klaim Presiden Trump, PM Carney Sebut Masyarakat Kanada akan Tetap Menyebut Danau Ontario
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 14.10
PM Kanada Mark Carney Tolak Tuntutan Dagang AS Soal Bahasa Prancis, Trump Makin Memanas
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 05.06
AS Yakin Perang Dagang Akan Hancurkan Kanada, Washington: Kita Akan Menang Perang
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 19.30
Trump Tunda Pemberlakuan Tarif 50 Persen Produk Kanada
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 09.59