Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

PM Kanada Mark Carney Tolak Tuntutan Dagang AS Soal Bahasa Prancis, Trump Makin Memanas

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menolak tuntutan Amerika Serikat dalam perundingan perdagangan, khususnya terkait perlindungan bahasa Prancis di Quebec. Carney menegaskan bahwa hak-hak budaya dan bahasa Frankofon adalah hal yang tidak dapat ditawar, sehingga ia menginstruksikan tim negosiasinya untuk keluar dari meja perundingan. Keputusan ini didukung penuh oleh Premier Quebec Christine Fréchette, yang menekankan bahwa identitas budaya tidak boleh dinegosiasikan meskipun ancaman tarif dagaspi. Aturan seperti Bill 96 dan Bill 109 di Quebec yang mewajibkan penggunaan bahasa Prancis dalam produk dan layanan media dianggap sebagai hambatan perdagangan oleh pihak AS.

Donald Trump yang semakin memanas menanggapi dengan ancaman menaikkan tarif impor kendaraan, truk, suku cadar, dan baja asal Kanada hingga 50 persen mulai Januari 2027. Trump juga menuduh Kanada telah merugikan ekonomi AS selama bertahun-tahun melalui kebijakan tarif pertanian. Sebagai tanggapan, pemerintah Kanada mengumumkan akan menerapkan langkah balasan perdagangan pada September mendatang. Federasi Kamar Dagang Quebec menyebut situasi ini sebagai skenario terburuk bagi dunia usaha, dengan dampak langsung pada sekitar 5 persen total ekspor Kanada ke AS.

Gagalnya perundingan ini memperparah ketegangan dagung antara kedua negara, sementara perbedaan pandangan mengenai regulasi bahasa dan perlindungan budaya tetap jadi titik sengketa utama. Pihak AS mengklaim kekhawatirannya hanya pada aturan yang memaksa platform digital asing untuk mendukung konten lokal, namun Kanada tetap menolong untuk tidak mengorbankan kebijakan bahasa Prancisnya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait